26 July 2007

Apakah Kau Letih

Aku mengenangnya sebagai seorang yang karib dan menyimpannya di dada. Dekat sekali dengan hati untuk di cintai. Menyematkannya pada secarik kertas, dan menulisinya dengan kata-kata penuh sayap di kedua punggungnya. Indah? Mungkin. Tetapi itu tak terlalu penting setelah sering malam-malam dihabiskan bersama untuk membaca. Membaca bintang, garis tangan atau tanda tahi lalat didada. Ya, kita baca segalanya sampai semua aksara dan kata kehilangan maknanya.
Aku adalah penanya yang menyebalkan mungkin bagimu. Padahal kau sudah membawa-bawa nama paman Descrates untuk membuat aku berhenti bertanya sebentar saja, dengan sabar kau katakan "Kadang Descrates itu nggak selalu benar kok, cogito ergo sum...aku berfikir maka aku ada." Sampai suatu hari kau menyarankan aku agar diam sejenak dan membiarkan alam yang menentukan dan menemukan rumus-rumusnya. Dan sudah sifatku untuk ngotot dengan kemauan ku. Sampai hilanglah kesabaranmu, waktu itu aku mengatakan bahwa fitrah manusia itu ingin tahu. Dan kau ingat apa jawabanmu waktu itu?(read more)

11 comments:

Ao said...

Semakin dalam dan semakin dalam, sesekali nafasku bahkan terhenti. Ya, ini adalah penyelaman maha dalam.

mashuri said...

dan aku seakan tak pernah bosen meladeni pertanyaan-mu...he...he...

Yon's Revolta. said...

wah..wah wah, semoga kalian berdua bisa saling memahami :-)

bebek said...

istirahat, duduk, dengar dan diam dulu sejenak.
mungkin itu bisa mereload semua beban yang sebelumnya terlalu berat.

aroengbinang said...

nduk, suatu ketika keknya kamu bisa melebihi syeh siti jenar ato rabiah al-adawiyah

passya said...

ngilu ah.....

Elvi said...

%$$^%^*&*@#@$()()(%#$# aku bingung!!!! Tapi feelingku bilang maknanya "duaaaaaaaaaalammmm"!!!

toga said...

... atau dia hanya sebuah alat yang kita pakai untuk menakar derita?

artja said...

koment apa ya... binun.

danalingga said...

Indah sekali. Saya mendapatkan sesuatu dari artikel ini. Thanks.

neng ika said...

dia itu dalam bentuk apa ya?
tapi memang seharusnya agama itu menjadi
"rahmatan lil alamin kan"?

sayang nya masih banyak yang mau ngerti tentang hal itu.
mungkin hanya dengan meninggalkan keangkuhan lah kita baru bisa memasuki keheningan.......