06 July 2007

Melihatmu

Dimeja itu aku melihat seseorang tersenyum dan berangguk saat kau mengunjunginya. Sepertinya mengatakan "maaf ya bu". Lalu kau menunjuk kepada makanannya yang terlihat lezat dimatamu dan anak dalam gendonganmu. Jari telunjukmu menunjuk makanan sipenggunjung dan kemudian beralih menunjuk anakmu. Seolah sipenggunjung mengerti dan menggambil makanan yang kau tunjuk lalu memberikan separohnya kepadamu. Dengan ringkas kau tolak dan kembali mengacungkan jari telunjukmu berulang-ulang. Si penggunjung kembali mengerti, bahwa kau hanya membutuhkan satu untuk anakmu.
Kulihat sirat aneh dimata penggunjung itu setelah kejadian itu. Seolah matanya tak lepas terus membututimu hingga hilang dari pandangannya, karena kembali kau memasuki cafe yang berada di sebelahnya. (read more)

7 comments:

Elvi said...

Makasih buat saran bukunya Num. Aku check di online judulnya "The Book of Saladin". Ntar aku minjem di libabry... Buku ginian yg aku suka. Ini Saladin tokoh yg ada di film kingdom of Heaven ya? Kalo itu sih emang org yg luar biasa. Thanks again! Met ujian dech, semoga berhasil!!!

mashuri said...

walau kadang berat, tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah...

angin-berbisik said...

wah aku jadi ikutan terharu....

artja said...

makasih buat ngingetin...

kit amemang lebih membutuhkan untuk memberi daripada diberi.

aroengbinang said...

tulisanmu makin bagus dan dalem jeng :).

jangan lupa ngisi sumur terus ya....

Mama Rafi said...

iya sbg manusia hendaknya kita slg berbagi ya mbak & bersyukur atas semua karunia-Nya.
btw kok pinter bgt sih mbak ngrangkai kata ampe yg bc hanyut:) ajarin dong:D

Anonymous said...

dari mana dulu yah
yang terpenting kita sngat bersyukur dengan diberikan semua yang telah diberikan atas padanya, sebenarnya kita memberi bukan untuk mengembalikan atas hak mereka yang setiap hari memohon dan berbelas kasihan................